Insan Muda

Perjalanan Menghafal Qur’an

Bismillahirrahmanirrahim..

Saat kelas 3 SMA , masa masanya dimana diriku sedang galaauu. Bukan galau karna cinta 😒 galau mau lanjut kemana entar habis SMA 😱. Orang sepertiku ini jujur saja banyak maunya, gonta ganti cita cita, maklum kali yee masih masa masa labil juga.

Pas TK dan SD punya cita cita jadi dokter gigi mungkin karna langganan sering ke dokter gigi jadi ingin banget kalau udah gede jadi dokter gigi. Memasuki SMP cita cita ku berubah, aku ingin jadi arsitek atau koki yang hebat. Pas SMA kelas 1 aku ingin jadi psikolog, kelas 2 ingin jadi desainer baju, kelas 3 aku ingin menjadi seniman. Pokoknya seni rupa ITB.

Rasanya ingin kupilih semua yang aku suka. Setiap harinya ummi dan abi selalu menanyakan hal ini “jadinya mau ambil apa la?”. Saat kubilang ” seni rupa gimana?” Abi sih no problem, tapi ummi was was banget. Orangtuaku sebenernya termasuk yang boleh milih apapun, asal gak ninggalin sholat, harus makin deket sama Allah. Tapi tahukah dari TK sampai saat SMA doaku yang selalu kupanjatkan adalah aku ingin menjadi penghafal Alqur’an.

Pada saat masanya tiba, dikertas SMBPTN pilihan ke 1 agroteknologi unsoed pilihan ke 2 aku setripkan. Setelah hasilnya keluar yaps warnanya merah, tahukan? Berarti gak keterima. Sedih? Iya tapi gak sampe nangis. Aku coba jalur SMPTN, pilihan ke 1 masih dengan agroteknologi (karna lagi jatuh cinta sama biologi) pilihan ke 2 tata boga dan tata busana. Wkwk entah kenapa aku kaya yang ngarang saat mengisi lembarnya karna aku pilih yang aku suka aja, karna aku berfikir kedepannya kalau aku diterima di fakultas yang aku sukai aku bisa menikmatinya. Setelah hasilnya keluar, yaps lagi lagi ku gagal.

Waktu itu cukup sedih karena gak keterima, hiks. Ummi Abi nyuruh untuk daftar di swasta, tapi aku masih dengan istikharah. Yaa memang dari awal saat aku tidak lolos universitas aku ingin memilih jalan menghafal Alquran. Rencanaku 2 tahun mondok lalu coba ikut test lagi. Akupun mantap dengan istikharah, jujur saja motivasiku adalah orangtua, aku bukan anak dengan banyak prestasi, nilaiku juga biasa biasa saja, kadang bikin kesel orangtua (maaf yaa mi.. bii 😭) . Bismillah inilah jalan yang aku ambil, aku ingin membuat bangga ummi dan Abi, walau aku tak bisa menghadiahkan segudang prestasi dan piala piala, kelak aku ingin menghadiahkan ummi dan Abi mahkota dan jubah yang bercahaya di surgaNya Allah.. aamiiinn yaa Allah 😭😭

Ketika ummi Abi tau, mereka sangat setuju dan mendukung sekali apa yang aku pilih. Saat itu aku langsung mencari dimana tempat menghafal yang nginep, yang fokus untuk menghafal, ada bahasa arabnya juga. Dan alhamdulillaahh ketika nanya sana sini aku mendapat informasi tentang pondok pesantren Miftahul Khoir, dari murobbi, dari temen, dari temen Abi, temen ummi, katanya bagus di pondok tersebut.

Saat itu aku langsung survei bersama orangtuaku. tempatnya enak , adem , ustadzahnya masih muda, santri santrinya ramah. Saat itu aku langsung test mengaji dan hafalan yang aku punya (gak banyak sih cuman setengah juz doank) . Ustadzah nya bilang tanggal 17 Agustus mulai masuk yaa.. alhamdulillaahh ,aku sudah diterima..

Seringkali kita berfikir kenapa yaa Allah gak kabulkan doa kita. Eeeits….. jangan bilang begitu. Allah itu pasti mengabulkan doa kita,  entah detik ini, sejam kemudian, besok , sebulan, setahun atau puluhan tahun Allah kabulkan ko. walaupun bukan yang kamu minta tapi Allah mengganti doamu dengan jauuuhh yang lebih indah, percaya deh. Allah itu ngasih apa yang kita butuhkan loh. Jadi ketika doamu belum terkabul , bersyukurlah mungkin doamu diganti dengan doa yang lebih baik lagi.. 😊😊😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: