Insan Muda

Muroja’ah tak Sesulit Menghafal (bag.2)

Bismillahirrahmanirrahim

Ini tulisanku ,lanjutan dari yang sebelumnya yaa . .

Menghafal Alquran tidak boleh tergesa-gesa nikmatilah setiap ayat-ayat yang kita hafal. Bukankah kita ingin menghafal Alquran agar bisa terjaga lama di memori otak kita? Apa mau kerja keras dua kali? Ketika kita telah menyelesaikan hafalan tiga puluh juz dengan waktu sebentar, tapi saat ditanya “berapa yang mutqin?” Tak ada satupun yang menempel dan harus mengulang lagi dari awal (astagfirullah, naudzubillah) semoga tidak terjadi pada kita. Berikut adalah cara menghafal Al-Qur’an agar saat memuroja’ah lebih mudah dibanding menghafalnya.

  1. Pakai mushaf yang sama tidak boleh ganti-ganti ada baiknya pakai mushaf  yang ada terjemahannya agar saat kita menghafal kita mengetahui artinya.
  2. Dalam mushaf ustmani 1 halaman yang terdiri dari 15 baris dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama dibaca 20x dan wajib melihat mushaf (belum dihafal).
  3. Setelah dibaca lalu dihafal sebanyak 20x (tidak melihat mushaf). Selanjutnya disetorkan dengan pengulangan sebanyak 20x.
  4. Lakukan juga pada bagian dua. Setelah selesai dibaca, dihafal, dan disetorkan, gabungkanlah hafalan bagian pertama dan kedua. Diulang lagi sebanyak 20x.
  5. Lakukan juga pada bagian tiga. Setelah selesai dibaca, dihafal dan disetorkan gabungkanlah hafalan bagian kesatu kedua dan ketiga, diulang sebanyak 20x.
  6. Setelah hafal 1 halaman, agar tidak lupa hafalan yang telah kita hafal dipakai untuk sholat.

Untuk waktu-waktu agar kita bisa memaksimalkan antara menambah hafalan baru, muroja’ah hafalan yang telah kita hafal , dan tilawah diantaranya yaitu:

 

  1. Jangan menambah hafalan baru tanpa mengulang hafalan yang telah dihafalkan. Saat ada ayat yang lupa saat itu juga mulai lagi kita hafalkan, agar tidak lupa, ulang lagi dari awal. Contoh; saat satu halaman sudah dihafal misal di hari senin , dan akan menambah hafalan baru dihari selasa satu halaman. Hafalan yang hari senin disetorkan lagi. Begitu hingga hari jumat. Hari sabtunya sebaiknya tidak menambah hafalan tapi memuroja’ah hafalan yang dari senin sampai dengan jumat. Jadi untuk pengulangan seminggu sekali saja agar tidak berat. Ketika sudah satu juz , di setorkan lagi dari awal dalam sekali duduk.
  2. Untuk muroja’ah hafalan selain dilakukan di hari sabtu, bisa dilakukan setiap sholat. Entah sholat fardu atau sholat sunnah rowwatib.
  3. Kadang ketika kita asyik dengan menambah hafalan dan memuroja’ah ada kalanya kita melupakan tilawah. Walaupun sama-sama ayat-ayat Alquran biasakan setelah habis sholat fardhu, tilawahlah. Agar kita mengetahui berapa kali khatam Alquran. Dan melatih kita agar mengenal ayat-ayat Alquran yang lain bisa dibilang agar nanti saat kita menghafal ayat selanjutnya lidah kita tidak kaku.

 

Menghafal Alquran butuh proses dan perjuangan yang sangat panjang. Balasan yang Allah kasih pun bukan kado yang biasa, tapi Allah memberikan hadiah yang luar biasa. Allah juga memuliakan orang-orang yang menghafal Alquran. Bukan itu saja seiring berjalannya waktu Allah akan membalas kebaikan-kebaikan kita di dunia.

Jadi saat ada hafalan yang sulit untuk dihafal jangan mengeluh, jangan turun semangat tapi tersenyumlah. Bahwa ayat-ayat yang sulit itu ingin berlama-lama dengan kita, masih kangen dengan lantunan kita, masih ingin besama kita. Masya Allah yaa dirindukan dengan ayat-ayat Alquran. Maka dari itu semangatlah untuk terus membaca, menghafal, melantunkan, mempelajari, dan mengamalkan ayat-ayat yang ada didalam Alquran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: