Insan Muda

Muroja’ah tak Sesulit Menghafal (bag.2)

Bismillahirrahmanirrahim

Ini tulisanku ,lanjutan dari yang sebelumnya yaa . .

Menghafal Alquran tidak boleh tergesa-gesa nikmatilah setiap ayat-ayat yang kita hafal. Bukankah kita ingin menghafal Alquran agar bisa terjaga lama di memori otak kita? Apa mau kerja keras dua kali? Ketika kita telah menyelesaikan hafalan tiga puluh juz dengan waktu sebentar, tapi saat ditanya “berapa yang mutqin?” Tak ada satupun yang menempel dan harus mengulang lagi dari awal (astagfirullah, naudzubillah) semoga tidak terjadi pada kita. Berikut adalah cara menghafal Al-Qur’an agar saat memuroja’ah lebih mudah dibanding menghafalnya.

  1. Pakai mushaf yang sama tidak boleh ganti-ganti ada baiknya pakai mushaf  yang ada terjemahannya agar saat kita menghafal kita mengetahui artinya.
  2. Dalam mushaf ustmani 1 halaman yang terdiri dari 15 baris dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama dibaca 20x dan wajib melihat mushaf (belum dihafal).
  3. Setelah dibaca lalu dihafal sebanyak 20x (tidak melihat mushaf). Selanjutnya disetorkan dengan pengulangan sebanyak 20x.
  4. Lakukan juga pada bagian dua. Setelah selesai dibaca, dihafal, dan disetorkan, gabungkanlah hafalan bagian pertama dan kedua. Diulang lagi sebanyak 20x.
  5. Lakukan juga pada bagian tiga. Setelah selesai dibaca, dihafal dan disetorkan gabungkanlah hafalan bagian kesatu kedua dan ketiga, diulang sebanyak 20x.
  6. Setelah hafal 1 halaman, agar tidak lupa hafalan yang telah kita hafal dipakai untuk sholat.

Untuk waktu-waktu agar kita bisa memaksimalkan antara menambah hafalan baru, muroja’ah hafalan yang telah kita hafal , dan tilawah diantaranya yaitu:

 

  1. Jangan menambah hafalan baru tanpa mengulang hafalan yang telah dihafalkan. Saat ada ayat yang lupa saat itu juga mulai lagi kita hafalkan, agar tidak lupa, ulang lagi dari awal. Contoh; saat satu halaman sudah dihafal misal di hari senin , dan akan menambah hafalan baru dihari selasa satu halaman. Hafalan yang hari senin disetorkan lagi. Begitu hingga hari jumat. Hari sabtunya sebaiknya tidak menambah hafalan tapi memuroja’ah hafalan yang dari senin sampai dengan jumat. Jadi untuk pengulangan seminggu sekali saja agar tidak berat. Ketika sudah satu juz , di setorkan lagi dari awal dalam sekali duduk.
  2. Untuk muroja’ah hafalan selain dilakukan di hari sabtu, bisa dilakukan setiap sholat. Entah sholat fardu atau sholat sunnah rowwatib.
  3. Kadang ketika kita asyik dengan menambah hafalan dan memuroja’ah ada kalanya kita melupakan tilawah. Walaupun sama-sama ayat-ayat Alquran biasakan setelah habis sholat fardhu, tilawahlah. Agar kita mengetahui berapa kali khatam Alquran. Dan melatih kita agar mengenal ayat-ayat Alquran yang lain bisa dibilang agar nanti saat kita menghafal ayat selanjutnya lidah kita tidak kaku.

 

Menghafal Alquran butuh proses dan perjuangan yang sangat panjang. Balasan yang Allah kasih pun bukan kado yang biasa, tapi Allah memberikan hadiah yang luar biasa. Allah juga memuliakan orang-orang yang menghafal Alquran. Bukan itu saja seiring berjalannya waktu Allah akan membalas kebaikan-kebaikan kita di dunia.

Jadi saat ada hafalan yang sulit untuk dihafal jangan mengeluh, jangan turun semangat tapi tersenyumlah. Bahwa ayat-ayat yang sulit itu ingin berlama-lama dengan kita, masih kangen dengan lantunan kita, masih ingin besama kita. Masya Allah yaa dirindukan dengan ayat-ayat Alquran. Maka dari itu semangatlah untuk terus membaca, menghafal, melantunkan, mempelajari, dan mengamalkan ayat-ayat yang ada didalam Alquran.

Muroja’ah tak Sesulit Menghafal (bag. 1)

 

Bismillahirahmanirahim

Membaca Alquran itu mulia, apalagi menghafal dan mengamalkan isi dari ayat ayat-ayat Alquran jauh lebih mulia. Apalagi ketika kita sudah bisa menghafal hingga tiga puluh juz ayat-ayat yang ada di dalam Alquran. Tapi tahukah? Menghafal saja tidak cukup loh, selain mengamalkannya harus juga menjaganya agar tidak mudah lupa. Sering mendengar istilah “cepet hafal cepet hilang” atau “menghafal itu mudah tapi muroja’ah-nya (mengulang hafalan) yang sulit”. Seriiingg.. malah dialami sama diri sendiri.

 

Menghafal Alquran itu mudah kok, dalam surat al-qomar ayat 17, 22, 32, 40, dijelaskan “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” Jadi Allah sudah memudahkan setiap orang-orang yang mau membaca, menghafal, mempelajari,dan mengamalkan ayat-ayat Alquran. Asal ada kemauan dari dalam diri, mau saja tanpa usaha tidak akan bisa. Maka dari itu banyak hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita menghafal ayat-ayat Alquran.

 

  • Niat karena Allah

Mulailah hal-hal yang baik dengan niat karena Allah. Rasulullah SAW bersabda: “ siapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya (hanya diniatkan) untuk Allah semata, namun ia mempelajarinya demi mendapatkan sebagian harta benda duniawi, ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud dengan sanad shahih dari Abu Hurairah RA).

  • Tekad yang kuat

Selain niat, tekad yang kuat perlu dimiliki. Orang yang punya tekad kuat, memiliki semangat untuk melaksanakan niat dengan segera. Setiap muslim tentu ingin menghafal Alquran. Sayangnya, keinginan saja tidak cukup, karena harus diikuti oleh keinginan kuat untuk beraksi.

  • Membersihkan hati

Ayat-ayat Allah itu suci, saat kita menghafal sebaiknya kita membersihkan hati, memaafkan kesalahan orang lain, memperbanyak istigfar, dan memohon ampun kepada Allah. Hati yang diselimuti dengan kemaksiatan tidak mungkin menjadi wadah Alquran. Setiap kali seorang hamba melakukan dosa pasti berimbas pada hati.

  • Meminta doa restu

Rida Allah ada pada rida kedua orang tua, orang tua yang mendukung penuh anaknya menghafal Alquran pasti bangga. Maka dari itu saat mau menghafal jangan lupa meminta doa restu dari kedua orangtua. Agar Allah meridai hafalan kita.

  • Sabar dan ikhlas

Sabar dan ikhlas adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Saat menghafal Alquran kita akan mendapat berbagai macam ujian, seperti sulit hafal , mudah mengantuk, godaan dari teman sekitar, dan godaan-godaan lainnya , disitulah kita harus menyatukan sabar dan ikhlas.

  • Istiqomah

Kunci dari menghafal dan menjaga Alquran itu salah satunya istiqomah. Istiqomah agar melantunkan ayat-ayat Allah setiap harinya. Walau satu ayat yang penting istiqomah. Karena kalau satu hari saja tidak melantunkan ayat Alquran, syetan mudah menggoda kita agar malas untuk melantunkan ayat-ayat Allah.

  • Berdoa kepada Allah

Mintakan segala sesuatu yang kita inginkan kepada Allah salah satunya menjadi penghafal Alquran yang mutqin (hafalan kuat) sebab selain usaha do’a juga perlu. Bukan hanya itu saja berdoalah agar Allah mudahkan dalam menghafal Alquran, agar terus memiliki semangat dan tekad yang kuat, kelak di akhirat bisa memberikan mahkota dan jubah bercahaya kepada orang tua, dan diistiqomahkan untuk melantunkan ayat-ayat Allah setiap harinya.

  • Mencari guru ahli

Sebelum memulai menghafal Alquran, bacaan yang kita baca harus sudah baik tajwid (memperindah bacaan) dan makhroj (tempat keluarnya huruf). Setorkan hafalan kita pada orang yang memang bacaannya bagus dan faham ilmu tajwid. Jangan setorkan hafalan kepada orang yang bacaannya tidak baik, apalagi kalau dia tidak faham ilmu tajwid. Ini akan sangat berpengaruh pada bagus tidaknya hafalan kita. Bila kita menyetorkan hafalan kepada orang yang tidak ahli, bisa jadi dia melewatkan kesalahan yang kita lakukan dalam menghafal, dan kita pun tetap dalam kesalahan tersebut.

  • Memulai dari sekarang

Banyak dari kita sudah punya niat dan kemauan yang besar tapi tidak memulai untuk menghafal Alquran. Banyak alasan sibuk, tidak ada waktu, belum cari guru yang pas, belum siap, dan lain-lain dengan alasan yang banyak, hilangkan lah itu semua. Karena jika tidak dimulai dari sekarang mau kapan? Maka lakukanlah dari sekarang.

Kadang, kita ingin melakukan semua kegiatan agar cepat selesai, termasuk menghafal Alquran. Bisa saja menghafal Alquran cepat selesai dalam waktu yang cepat tapi apakah hasilnya memuaskan? Apakah akan banyak yang terjaga hafalannya? Mungkin ada beberapa orang yang menghafal dengan cepat dan terjaga lebih lama, ada yang menghafal cepat dan cepat juga lupanya, atau menghafal lebih lama dan terjaga lebih lama, atau menghafal lambat dan lebih cepat lupa.

 

Kehidupan Ma’had

Bismillahirrahmanirrahim..

Kehidupan sekolah yang notabenenya pulang pergi dan asrama sangat jauh berbeda. Pelajaran yang diajarkan pun berbeda. Jelaaaass..

Aku pernah merasakan keduanya. Dari SD, SMP, SMA aku memilih sekolah negeri. Loh katanya pernah keduanya? Yaph, lulus SMA aku langsung nyantren.

Kehidupanku di Ma’had mengubah semuanya ke arah kebaikan. Aku mau cerita sedikit jaman sebelum aku di ma’had. Kalau dari segi sholat alhamdulillaah gak bolong-bolong cuman yaa masih sangat kurang sholat sunnahnya, masih suka ngeyel kalau dibilangin ortu, sering berantem sama Kakak adik, suka pake celana jeans, kerudung pendek, kalau pergi ngaji baru pake rok, belum bisa masak (masak cuman telur,mie,nasi,air) wkwk. Pokoknya banyak gak bisanya.. aduh jangan dicontoh yaa 😑😑

Tahukah kehidupan asramaku bukan asrama yang dengan WiFi, tidak ber-AC, makanan masak sendiri, nyuci yaa nyuci sendiri, santriwati harus melakukan dengan mandiri tepatnya sih dengan teman teman yang lain soalnya yaa kita hidup bersama pagi siang malem yaa dengan mereka.

Awalnya “kaget” tapi jadi terbiasa dan menyenangkan. Dari segi pakaian, gak boleh pakai celana dan baju ketat (yaiyalah naadh), kerudung harus menutup dada, kalau ada acara harus pakai gamis, dan waktu itu aku tuh gak begitu suka pakai gamis paling atasan dan rok, kadang kalau jalan suka diangkat, sampai celana panjangnya kelihatan, bahkan dulu sempet punya gamis dikasih ke orang orang, alasannya terlalu feminim (duh nadh ada ada aja) alhamdulillah sekarang malah ngoleksi gamis.wkwk 😂

Tidur wajib jam 10 malem, lampu kamar dimatikan kecuali yang masih muroja’ah atau tilawah harus ke mushola, jam 3 subuh udah dibangunkan. Antri kamar mandi, dengan keadaan mata masih sepet sepet ckck. Sehabis subuh selalu baca almatsurat biasanya ada jadwal yang lainnya, dari kajian subuh, kultum oleh santriwati, belajar bahasa arab, hadist, menghafal mufrodat. Jam 6 mulai belanja dan bebersih untuk yang bagian piket masak dan bebersih Ma’had. Jam 8 makanan harus sudah siap. Yang gak piket ya siap siap mandi atau menyiapkan setoran, jam 9 kumpul untuk setoran, biasanya sampai jam 12, yang belum setoran dilanjut ba’da ashar. Soalnya jam 1 sampai jam 2 siang untuk istirahat, mau tidur makan dll. Jam 2 para santriwati mengajar anak-anak diniyyah ada juga yang kebagian tasmi di pengajian ibu-ibu untuk tasmi biasanya ada jadwalnya. Ba’da ashar santriwati bebas aktivitas biasanya dipakai untuk nambah setoran, piket bebersih dan masak, ada juga yang ngajar ngaji anak privat. Biasanya makan malam sebelum maghrib atau ba’da maghrib gimana santriwatinya sih. Setelah sholat maghrib itu bebas, nah batas setoran biasanya sampai jam 9 malam, kadang juga ada kajian ba’da isya. Nah jam 10  santriwati udah harus tidur, lampu kamar udah harus dimatikan.

Untuk hari Sabtu biasanya ada opsih, semua santriwari wajib ikut serta, dari bersihin halaman, bersihin WC, bersihin dapur, masak, dll. Selesai kira kira jam 10, sehabis itu bebas cuman sehabis dzuhur di ma’had ada kajian dan mengundang ibu-ibu daerah sekitar. Kalau hari Ahad aktivitas bebas, biasanya pagi pagi kita olahraga entah itu lari, jalan, renang, main badminton, main futsal, senam, dll. Oh iya, untuk yang rumahnya deket kaya aku bisa pulang sehabis piket atau kajian, tapi dengan beberapa syarat hafalan Qur’an mencapai target dan hari senin sudah harus di ma’had kecuali izin syar’i.

Bukan itu saja kegiatannya biasanya untuk mempererat ukhuwah diadakan tuker kado, heart to heart, rihlah, silaturahim ke rumah rumah yang bisa dijangkau. Loh ko gitu? Yaph, sebab di ma’had Miftahul Khoir ini bukan dari kota Bandung saja, tapi dari Sabang sampai Merauke juga ada. Sering kali berbeda pendapat, yaa maklumlah. Sesama suku sunda aja masih suka pakcekcok apalagi beda-beda. Hihi

Sungguh banyak suka duka tinggal di ma’had, dan aku sangat bersyukur bisa ada di ma’had. Disini aku belajar banyak hal dari yang tidak bisa, dan hari ini bisa. Bukan itu saja teman-temanku pun bertambah di berbagai kota dan pulau pulau. Yaph.. Al-Qur’an menyatukan kita semua. Semoga ukhuwah ini akan selalu hadir, dan Allah mengumpulkan kita di surgaNya. Aamiiinn yaa Allah..

Karena kalian adalah penyemangatku..

Yaps.. Tepat tanggal 17 Agustus 2013 aku memulai perjalananku dengan menghafal. Hari ini untuk pertama kalinya pergi dengan jarak agak jauh, tidak tinggal bersama orang tua demi mengejar mimpiku.

Ba’da ashar aku bersama ummi dan Abi pergi menuju Ma’had Miftahul Khoir yang ada di daerah Rancaekek. Disitu aku deg-degan luar biasa. Barang bawaanku lumayan sangat banyak.

Sesampainya di ma’had aku langsung menaruh barang-barangku, dan membereskannya. Pada waktu Maghrib kami sholat berjama’ah, ini membuat sholat ku lebih khusyu daripada biasanya, bagaimana tidak aku di imami oleh seorang Hafidzoh 30 juz beliau adalah ustadzah evi zakiyah anfas bacaan yang indah nan merdu.

Disaat mau berpisah dengan orang tua rasanya campur aduk  baru kali ini aku menahan tangisku, ummi dan abiku masih membersamaiku. Saat itu aku lihat matanya sedikit merah. “Dhila menghafalnya yang rajin ya, insya Allah betah, ummi selalu doain dhila supaya bisa jadi Hafidzoh..” kata ummiku sambil mencium dan memelukku. “Semangat yaa calon Hafidzohnya Abi..” kata Abiku sambil mencium dan memelukku. Akupun hanya bisa diam menahan rasa sesak di dada, rasa bahagia, rasa campur aduk di dada. Merekapun pergi dengan mobil. Saat mereka pergi akupun nangis (cengeng betul) dan bertekad kuat “insya Allah mi.. bi.. aku akan jadi Hafidzoh 30 juz mutqin”. Entah kenapa selalu cengeng kalau orang tua udah doain anak-anaknya. Apalagi kalau sampai mau jauhan, biasanya aku kan apa apa miii… Biiii… 😑😑

Mereka adalah penyemangat dan motivasiku menghafal Alquran. Inilah mimpiku, cita-citaku penghafal Alquran mutqin 30 juz. Aku ingin memberikan mereka mahkota dan jubah bercahaya di surgaNya. Aamiinn yaa Allah.. ini juga salah satu cara kalau ada ayat yang susah dihafal katanya “coba inget inget wajah orang tua yang bahagia lihat anaknya seorang penghafal Alquran dan saat itu Allah kasih mahkota dan jubah bercahaya.”

Masya Allah.. harus semakin semangat menghafal dan memuroja’ah hafalan Alquran.. smangaaatt semuanya.. yuk menghafal yuk muroja’ah 😊😊

Perjalanan Menghafal Qur’an

Bismillahirrahmanirrahim..

Saat kelas 3 SMA , masa masanya dimana diriku sedang galaauu. Bukan galau karna cinta 😒 galau mau lanjut kemana entar habis SMA 😱. Orang sepertiku ini jujur saja banyak maunya, gonta ganti cita cita, maklum kali yee masih masa masa labil juga.

Pas TK dan SD punya cita cita jadi dokter gigi mungkin karna langganan sering ke dokter gigi jadi ingin banget kalau udah gede jadi dokter gigi. Memasuki SMP cita cita ku berubah, aku ingin jadi arsitek atau koki yang hebat. Pas SMA kelas 1 aku ingin jadi psikolog, kelas 2 ingin jadi desainer baju, kelas 3 aku ingin menjadi seniman. Pokoknya seni rupa ITB.

Rasanya ingin kupilih semua yang aku suka. Setiap harinya ummi dan abi selalu menanyakan hal ini “jadinya mau ambil apa la?”. Saat kubilang ” seni rupa gimana?” Abi sih no problem, tapi ummi was was banget. Orangtuaku sebenernya termasuk yang boleh milih apapun, asal gak ninggalin sholat, harus makin deket sama Allah. Tapi tahukah dari TK sampai saat SMA doaku yang selalu kupanjatkan adalah aku ingin menjadi penghafal Alqur’an.

Pada saat masanya tiba, dikertas SMBPTN pilihan ke 1 agroteknologi unsoed pilihan ke 2 aku setripkan. Setelah hasilnya keluar yaps warnanya merah, tahukan? Berarti gak keterima. Sedih? Iya tapi gak sampe nangis. Aku coba jalur SMPTN, pilihan ke 1 masih dengan agroteknologi (karna lagi jatuh cinta sama biologi) pilihan ke 2 tata boga dan tata busana. Wkwk entah kenapa aku kaya yang ngarang saat mengisi lembarnya karna aku pilih yang aku suka aja, karna aku berfikir kedepannya kalau aku diterima di fakultas yang aku sukai aku bisa menikmatinya. Setelah hasilnya keluar, yaps lagi lagi ku gagal.

Waktu itu cukup sedih karena gak keterima, hiks. Ummi Abi nyuruh untuk daftar di swasta, tapi aku masih dengan istikharah. Yaa memang dari awal saat aku tidak lolos universitas aku ingin memilih jalan menghafal Alquran. Rencanaku 2 tahun mondok lalu coba ikut test lagi. Akupun mantap dengan istikharah, jujur saja motivasiku adalah orangtua, aku bukan anak dengan banyak prestasi, nilaiku juga biasa biasa saja, kadang bikin kesel orangtua (maaf yaa mi.. bii 😭) . Bismillah inilah jalan yang aku ambil, aku ingin membuat bangga ummi dan Abi, walau aku tak bisa menghadiahkan segudang prestasi dan piala piala, kelak aku ingin menghadiahkan ummi dan Abi mahkota dan jubah yang bercahaya di surgaNya Allah.. aamiiinn yaa Allah 😭😭

Ketika ummi Abi tau, mereka sangat setuju dan mendukung sekali apa yang aku pilih. Saat itu aku langsung mencari dimana tempat menghafal yang nginep, yang fokus untuk menghafal, ada bahasa arabnya juga. Dan alhamdulillaahh ketika nanya sana sini aku mendapat informasi tentang pondok pesantren Miftahul Khoir, dari murobbi, dari temen, dari temen Abi, temen ummi, katanya bagus di pondok tersebut.

Saat itu aku langsung survei bersama orangtuaku. tempatnya enak , adem , ustadzahnya masih muda, santri santrinya ramah. Saat itu aku langsung test mengaji dan hafalan yang aku punya (gak banyak sih cuman setengah juz doank) . Ustadzah nya bilang tanggal 17 Agustus mulai masuk yaa.. alhamdulillaahh ,aku sudah diterima..

Seringkali kita berfikir kenapa yaa Allah gak kabulkan doa kita. Eeeits….. jangan bilang begitu. Allah itu pasti mengabulkan doa kita,  entah detik ini, sejam kemudian, besok , sebulan, setahun atau puluhan tahun Allah kabulkan ko. walaupun bukan yang kamu minta tapi Allah mengganti doamu dengan jauuuhh yang lebih indah, percaya deh. Allah itu ngasih apa yang kita butuhkan loh. Jadi ketika doamu belum terkabul , bersyukurlah mungkin doamu diganti dengan doa yang lebih baik lagi.. 😊😊😊

A K U

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum..

Sebelum melanjutkan bacaanku yang akan aku post selanjutnya. Aku mau bercerita sedikit tentang si pemilik website ini (ciiiee 😋).

Ya.. Namaku Nadhila Izzati, aku lahir di Bandung tanggal 27 Desember 1994 hari selasa (yang baca ini jangan lupa kadonya yaa 😆). Bagiku, aku ini seorang introvert, yang punya buuaanyak hobi diantaranya membaca, menulis, menggambar, mencari ide ide yang bikin semangat naik (apeulah ini), bertravelling , mencoba kuliner, masak, belanja, yaa pokoknya banyak deh. Aktifitasku hanya ibu rumah tangga yang masih muda yang masih haus akan ilmu. aku sudah menikah sejak februari 2016 bersama seorang pria bernama Muhammad Hanif Mubarak. Anak? Masih ada pada genggamanNya (doakan saja semoga Allah segera memberikan kepercayaan pada kami. Aamiinn😇)

Oke, Aku tidak akan menceritakan secara detail tentang diri ini tapi aku akan menceritakan mimpi-mimpi, impian-impian dari yang belum tercapai sampai yang sudah tercapai bukan itu saja, akan banyak postingan postingan mengenai pengalaman-pengalaman yang menurutku bisa untuk diambil sebagai pelajaran. Semoga postinganku bisa bermanfaat yaaa.. 😊😊😊

 

Cerita websiteku!

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum….

Namaku Nadhila Izzati ini tulisan pertamaku di website yang baru aku punya dengan nama insanmuda.net (akhirnyaaaaa punya website juga) 😭 (Nora lu nadh 😛). Yang dibuatkan langsung oleh suami tercinta (uuuhh so sweet maaciiih sayang). Bagiku ini cukup mengharukan. Kenapa? Soalnya berbayar, lalu kalau tidak berbayar tidak mengharukan? Sedikit sih 😌.

 

Aku ingin sedikit bercerita tentang website ku ini, awal mula kenapa dia(suami) mau membuatkannya untuk aku. Bulan Desember lalu tepatnya tanggal 27, aku milad (ciiiee barakallaah yaw). Pada waktu itu kami sedang menjalani masa masa LDM (Long Distance Marriage), aku selalu bilang “mas, jangan lupa kadonya yaa..”. Dua hari sebelum kita bertemu dan dua hari setelah aku milad aku menemukan tulisan pakcah, yang isinya “kelas menulis online”. Aku yang biasanya menulis sedikit sedikit tergeraklah hati ini untuk mencoba memperdalam menulis. Kali aja yah, kedepannya aku bisa jadi seorang penulis. Aamiiinn. Saat itu aku langsung mengabari suami agar bisa mengikuti kelas tersebut. Karna berbayar, aku bilang “kado dari mas, daftarin dhila di kelas menulis online pakcah aja mas tapi kalau mau ngasih hadiah lain juga gak apa-apa.” Langsung hari itu juga daftar. (Senangnyaaaa hati adek bang 😍). Hari hari berlalu, aku mulai menikmati kelas menulis online, wow sangat bermanfaat sekali. Mulailah pembicaraan dengan suami, “mas buatin dhila blog donk atau apa gitu sejenisnya biar dhila bisa share tulisan tulisan dhila, liat nih buanyaaakk banget tulisan dhila”. Dan hari ini tepatnya tanggal 19 Januari 2018 yang kukira blog dan ternyata website sudah jadi.

👨: La udah dibuatin web

👧: Thankyouuuuu mas, loh ko web?

👨: Ya gpp, biar semangat nulisnya, buat kado dhila juga tadi bayar*00ribu.

👧: Hah? Mas gak salah? Kan dhila mintanya blog bukan website.. ih sayang banget tau mas.. huhu 😥

👨: Biar gak main main, udah bayar .kudu serius .ok

👧: Sudah terjadi mau gimana lagi. Kudu serius ini mah. Terimakasih yaa sayaaangg 😘😘

 

Dan begitulah kenapa bagiku website ini mengharukan. Semoga website ini akan  jadi bermanfaat untuk tulisan tulisanku kedepannya. Selanjutnya, akan kuisi dengan hal hal yang bermanfaat untuk dijadikan bacaan, semoga tulisanku juga bisa mencapai ratusan, ribuan ,atau hingga jutaan dan bisa dinikmati oleh orang orang di dunia maya, hingga akhirnya aku bisa menghasilkan buku buku bermanfaat.